Support dan Resistant

Sebelum berlanjut ke strategi selanjutnya. Kita bahas dahulu Teori support resisten.
Setelah memahami strategi satu candle, maka sekarang kita mencoba melihat rangkaian beberapa candle dalam grafik yang lebih luas (tampilan zoom out).
Pada intinya hampir semua Trading Strategi didasarkan pada teori support dan resisten.
Titik support resisten adalah daerah-daerah dalam chart yang dianggap titik kritis dimana harga kemungkinan akan berbalik arah atau menerus. Beberapa indikator juga digunakan sebagai support resisten seperti garis Trend line, MA, Bollinger Bands, parabolic, pivot, fibonnaci, dll..
Dalam Chart tanpa indikator, kita pun bisa mengenali zona-zona support resisten hanya berdasarkan pengamatan Candle atau rangkaian candle.

Coba perhatikan grafik dibawah ini. Rangkaian candle dalam beberapa periode waktu ke belakang dengan High yang sama atau Low yang sama menunjukan sebuah garis support resisten. Moment penting ketika support resisten telah diidentifikasi adalah saat terjadi penembusan harga terhadap garis support resisten tersebut (breakout). Breakout biasanya terjadi setelah market bergerak sideway (harga bergerak relatif datar).
Saat terjadi breakout adalah saat yang tepat untuk meraih profit maksimal dengan cara masuk pasar dengan memasang lot yang besar. Setelah target tercapai, trader keluar lagi dari market.

Kuncinya, dalam strategi trading ke depan, kita akan melihat beberapa rangkaian candle periode waktu kebelakang untuk pengambilan keputusan.
at 6:21 AM

Belum ada komentar untuk "Support dan Resistant"

Back to Top