Trader cerdas selalu mencari cara, bisa keluar dari jebakan emosional
dan melatih sensitifitasnya terhadap perilaku harga, baru kemudian
memproduksi profit. Biasanya pencarian tersebut terhenti setelah
menemukan sebuah teknik yang teruji dan bisa diandalkan.
Sementara, hingga hari ini banyak trader lain masih terjebak dengan trading ala Las Vegas, bermain-main tanpa pedoman sama sekali, semangat mereka adalah sikat habis tanpa memperhatikan rambu-rambu dan sinyal-sinyal yang sebenarnya disediakan market bagi siapapun yang ingin mengeksplorasinya.
Trader harus menenemukan satu saja gaya tradingnya. Tidak perlu semuanya dilahap. Itu hanya akan membuat kebingungan sendiri. Apabila trader merasa cocok dengan gaya trading harian 1x OP, eksplorasilah sedalam-dalamnya agar trader bisa menemukan titik-titik kelemahan untuk bisa dicari solusinya. Begitupun apabila strategi scalping dirasa lebih cocok dengan gaya trading yang trader miliki maka perdalamlah teknik scalpingnya. Kelak mereka akan mencapai tahap 'menemukan jalan trading' nya.
Disini saya hanya membantu trader memilih gaya tradingnya dengan sinyal-sinyal entry yang setelah saya uji, cukup baik untuk meraih profit.
Mengapa saya memilih Strategi Candlestick ? Setelah para ilmuwan melakukan riset puluhan atau ratusan tahun, ternyata dari candle tercakup semua informasi perilaku / pergerakan market. Apabila kita melihat pergerakan satu candle, kita akan merasakan denyut pasar yang sebenarnya. Kita akan merasakan kekuatan Buy atau Sell dari para pelaku pasar.
Ketika indikator lain memberikan sinyal lewat analisa market beberapa waktu kebelakang, pada candlestick tidak demikian. Candlestick bisa meramal arah market beberapa waktu ke depan. Beberapa jam kedepan, bahkan beberapa hari ke depan. Jadi dari sifatnya yang demikian, trader akan lebih memiliki akurasi yang tinggi untuk memprediksi trend ke depan.
Sekali lagi, apa pun strategi yang dipilih trader, pilihlah salah satu yang dianggap paling cocok. Perdalamlah itu, eksplorasilah titik-titik kritisnya, pertajam akurasi entry pointnya, dan terpenting Money Manajemennya. Itu akan lebih baik.
Apabila strategi yang saya sampaikan dirasa impossible, maka trader juga tidak dipaksa untuk mengikuti teori-teori yang disampaikan. Karena itu kembali ke trader sendiri.
Untuk mencapai tahap Dance with the market diperlukan jam terbang yang tinggi, serta kepekaan trader terhadap perubahan yang terjadi di market. Suatu saat nanti saya yakin trader semua akan memahami inti dari strategi yang telah disampaikan. Jangan terjebak dengan masalah sesi open market, dll. Pada dasarnya di market manapun kita bisa melakukan trading dengan gaya kita sendiri asal kita telah melakukan perhitungan dengan matang. Jangan pernah down dengan minus floating, kalu kita yakin dengan perhitungan kita bahwa akan tercapai TP, jalanin aja.
Sementara, hingga hari ini banyak trader lain masih terjebak dengan trading ala Las Vegas, bermain-main tanpa pedoman sama sekali, semangat mereka adalah sikat habis tanpa memperhatikan rambu-rambu dan sinyal-sinyal yang sebenarnya disediakan market bagi siapapun yang ingin mengeksplorasinya.
Trader harus menenemukan satu saja gaya tradingnya. Tidak perlu semuanya dilahap. Itu hanya akan membuat kebingungan sendiri. Apabila trader merasa cocok dengan gaya trading harian 1x OP, eksplorasilah sedalam-dalamnya agar trader bisa menemukan titik-titik kelemahan untuk bisa dicari solusinya. Begitupun apabila strategi scalping dirasa lebih cocok dengan gaya trading yang trader miliki maka perdalamlah teknik scalpingnya. Kelak mereka akan mencapai tahap 'menemukan jalan trading' nya.
Disini saya hanya membantu trader memilih gaya tradingnya dengan sinyal-sinyal entry yang setelah saya uji, cukup baik untuk meraih profit.
Mengapa saya memilih Strategi Candlestick ? Setelah para ilmuwan melakukan riset puluhan atau ratusan tahun, ternyata dari candle tercakup semua informasi perilaku / pergerakan market. Apabila kita melihat pergerakan satu candle, kita akan merasakan denyut pasar yang sebenarnya. Kita akan merasakan kekuatan Buy atau Sell dari para pelaku pasar.
Ketika indikator lain memberikan sinyal lewat analisa market beberapa waktu kebelakang, pada candlestick tidak demikian. Candlestick bisa meramal arah market beberapa waktu ke depan. Beberapa jam kedepan, bahkan beberapa hari ke depan. Jadi dari sifatnya yang demikian, trader akan lebih memiliki akurasi yang tinggi untuk memprediksi trend ke depan.
Sekali lagi, apa pun strategi yang dipilih trader, pilihlah salah satu yang dianggap paling cocok. Perdalamlah itu, eksplorasilah titik-titik kritisnya, pertajam akurasi entry pointnya, dan terpenting Money Manajemennya. Itu akan lebih baik.
Apabila strategi yang saya sampaikan dirasa impossible, maka trader juga tidak dipaksa untuk mengikuti teori-teori yang disampaikan. Karena itu kembali ke trader sendiri.
Untuk mencapai tahap Dance with the market diperlukan jam terbang yang tinggi, serta kepekaan trader terhadap perubahan yang terjadi di market. Suatu saat nanti saya yakin trader semua akan memahami inti dari strategi yang telah disampaikan. Jangan terjebak dengan masalah sesi open market, dll. Pada dasarnya di market manapun kita bisa melakukan trading dengan gaya kita sendiri asal kita telah melakukan perhitungan dengan matang. Jangan pernah down dengan minus floating, kalu kita yakin dengan perhitungan kita bahwa akan tercapai TP, jalanin aja.
Labels:
Strategi Forex
at
8:02 AM
Belum ada komentar untuk "Nathea Wisdom"
Post a Comment